
Aku sudah lemes, Bunda… Aku mau makan … Buka aja ya Bunda??”
“Bu, masak sih aku gak boleh main PS dan nonton TV lama-lama? Kan lagi puasa, lemes, lapar. Daripada batalin puasa, mendingan main atau nonton seharian .…”
“Maaa… hauusss… Mau minum…!”
Seringkah Anda menghadapi rengekan putra-putri Anda seperti ini saat berusaha membiasakan mereka ikut berpuasa di bulan Ramadhan? Bahkan kadang-kadang, rengekan-rengekan ini membuat kita tidak sabaran dan malah jadi emosional—sikap yang seharusnya dijauhi pada bulan suci agar tidak mengurangi nilai ibadah dan pahala yang tengah susah payah “dikumpulkan” sejak terbit matahari. Ujung-ujungnya, daripada bikin masalah, kadang-kadang akhirnya anak-anak disuruh banyak-banyak tidur saja, dengan alasan toh tidur pun bisa mendatangkan pahala juga.
Sebenarnya, ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan para orang tua untuk mengalihkan perhatian anak dari kesulitan-kesulitan mereka dalam berpuasa, dan sekaligus juga bernilai ibadah serta mengembangkan berbagai potensi anak. Salah satunya adalah membacakan isi yang terkandung dalam Al-Quran pada anak dengan cara yang fun, menyenangkan, dan membuat anak lebih dekat dengan Al-Quran. Inilah yang disebut dengan “Happy Reading Al-Quran”. Urgensi happy reading Al-Quran semakin terasa ketika kita sadar betul bahwa Ramadhan adalah bulan Al-Quran, syahrul Quran. Di bulan mulia inilah Al-Quran pertama kali diturunkan.
“(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”
(Al-Baqarah : 185)












